Hal-hal Teknis yang Perlu Diperhatikan Saat Terjadi Kecelakaan Pesawat

Kecelakaan pesawat kerap terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Berbagai sebab dan bentuk kecelakaan tersebut pun sudah banyak kita perhatikan.

Ilustrasi kecelakaan pesawat (zlatyvolant-cz)

Mulai dari kelalaian manusia, kesalahan teknis, hingga terjadinya tindakan teror adalah beberapa penyebab yang membuat pesawat mengalami kecelakaan. Bentuk kecelakaannya pun bermacam-macam, bisa jadi hanya seperti tergelincir tanpa adanya korban jiwa, bisa terjatuh baik di darat maupun laut, dan bisa juga meledak saat di udara.

Segala kemungkinan tersebut sudah banyak dalam catatan para ahli, hingga menciptakan teknologi-teknologi khusus untuk mengurangi risiko dan menangani pasca terjadinya kecelakaan.

Nah, jika ada kecelakaan pesawat, hal-hal teknis yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. ELT

ELT berfungsi untuk memancarkan sinyal jika terjadi kondisi darurat. Alat ini dipasang di badan pesat. Namun ELT juga ada di kapal laut. ELT memancarkan sinyal melalui satelit.

Jika pengawas tidak menerima sinyal ELT saat terjadi kecelakaan, petugas perlu memeriksa masa kadaluarsa dan juga kondisi ELT sebelum pesawat lepas landas.

Jika semua dalam kondisi baik, ada kemungkinan ELT sengaja dimatikan, misalnya oleh pembajak atau teroris. Sebab sinyal ELT harusnya terdeteksi meski di dalam hutan atau di dalam air.

2. Kotak Hitam

Meski namanya kotak hitam, alat ini sebenarnya berwarna orange.

Fungsinya untuk merekam data penerbangan dan perekam suara kokpit dalam pesawat terbang.

Karena fungsi tersebut, kotak hitam menjadi alat yang paling penting untuk dicari saat terjadi kecelakaan pesawat. Atau jika jejak pesawat yang mengalami kecelakaan sulit ditemukan, dalam pencarian, kotak hitam juga menjadi yang utama untuk dicari.

3. Kondisi Pesawat

Selain mengandalkan teknologi yang sengaja dirancang untuk kondisi darurat, pengecekan catatan kondisi pesawat sebelum terjadi kecelakaan juga amat penting. [tacom/ip]

Posting Komentar

0 Komentar